master web
indonesia
.
.
.
.
.
.
[ Kembali ] [ menu utama ]

 
. . . .

Wawancara / Interview

.

Simulasi Saham
Irwan Adi Ekaputra
selaku Direktur PT. eStockSimulation Dot Com
Tidak seperti pada umumnya perusahaan dot kom yang mengandalkan pendapatan dari iklan, perusahaan kami memilih untuk memperoleh pemasukan dari biaya registrasi peserta yang akan ikut bersimulasi.
03 April 2001


Foto-foto dalam acara pemberian hadiah bersama artis-artis
Krisdayanti, Fryda Lucyana dan Farhan

Redaksi MWI :
Bapak Irwan Adi Ekaputra selaku Direktur PT. eStockSimulation Dot Com, sudah berapa lama mendirikan perusahaan ini ? apakah dikarenakan ingin membuat website maka terbentuk perusahaan tersebut ? apa ada perusahaan-perusahaan lainya yang merupakan masih dalam satu jaringan dengan PT. eStockSimulation Dot Com ?
Irwan Adi E. :
Perusahaan ini berdiri pada bulan April tepatnya tanggal 17 April 2000. Yang melatarbelakangi munculnya ide pendirian SimulasiSaham.com adalah kondisi terpuruknya pasar modal Indonesia (khususnya Bursa Efek Jakarta) berkaitan dengan hilangnya kepercayaan para pemodal asing di Indonesia. Oleh sebab itu misi perusahaan kami adalah untuk ikut memasyarakatkan pasar modal Indonesia (BEJ)dan meningkatkan basis investor lokal di Bursa Efek Jakarta.

Kalau yang Anda maksud adalah satu jaringan on-line, kami tidak mempunyai perusahaan lain yang masuk dalam satu jaringan. Namun kami membuat berbagai aliansi strategis dalam rangka pencapain misi perusahaan dan dengan prinsip kerja sama yang saling menguntungkan. Perusahaan-perusahaan yang telah beraliansi dengan kami antara lain: BEJ, ATM-BCA, Trimegah securities, LinkNet, M-Web Finance, Samsung Handphone, Radio Paramuda FM Bandung, dan para distributor voucher pra-bayar SimulasiSaham. Wilayah distribusi voucher pra-bayar kami sudah cukup luas yang mencakup wilayah :
A. Jabotabek
B. Jawa Barat (Bandung)
C. Jawa Tengah (Semarang,Solo,Yogyakarta)
Dimana jaringan distribusi tersebut meliputi perusahaan sekuritas, warnet dan jaringan distribusi jasa lainnya.

Redaksi MWI :
Bisa dijelakan Bapak Irwan, mengenai asal mulanya dan konsep bisa terciptanya website www.simulasisaham.com ? apa karena peran pemain saham di Indonesia cukup memadai sehingga dibuat website khusus untuk ini ? bisa diceritakan Pak ?
Irwan Adi E. :
Ide dasar pembuatan situs ini dilatarbelakangi oleh keinginan beberapa teman pelaku pasar modal yang ingin ikut memajukan pasar modal Indonesia. Metode yang kami sepakati pada saat itu adalah melalui cara simulasi dengan menggunakan data transaksi sebenarnya (real-time) dari Bursa Efek Jakarta (BEJ). Simulasi saham dapat dianalogikan dengan simulasi pesawat terbang dimana calon penerbang melakukan simulasi yang menyerupai aslinya tanpa harus menanggung resiko yang fatal. Melalui simulasi saham kami harapkan masyarakat yang tertarik dengan pasar modal dapat mencoba dulu transaksi saham secara simulasi, sebelum memutuskan untuk terjun ke pasar sesungguhnya. Simulasi saham akan memberikan pengalaman yang mirip dengan keadaan pasar sesungguhnya, namun "investor" tidak perlu menanggung resiko kerugian sesungguhnya.

Redaksi MWI :
Bapak Irwan kan bisa dikatakan ber profesi web juga walaupun jabatannya sebagai Direktur, nah menurut Bapak bagaimana perkembangan dunia web ataupun IT khususnya di Indonesia ? pandangan kedepannya seperti apa ? mengingat pemain internet kita masih di bawah 10% dari jumlah penduduk.
Irwan Adi E. :
Menurut pendapat saya, kalau dilihat dari jumlah penduduk, bidang IT di Indonesia mempunyai potensi pertumbuhan yang besar. Permasalahannya adalah berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh masyarakat kita untuk dapat menerima dan mengerti tentang kehadiran teknologi internet dalam kehidupannya. Hal ini berkaitan dengan daya tahan dari perusahaan-perusahaan IT, khususnya perusahaan internet, tidak saja di Indonesia tetapi di manca negara. Proses sosialisasi sesuatu yang baru selalu memakan waktu yang cukup lama, apalagi saat ini sebagian besar masyarakat kita masih disibukkan dengan berbagai kebutuhan yang lebih mendasar dalam kehidupannya.

Redaksi MWI :
Saat ini saingan atau website yang sejenis dengan www.simulasisaham.com ada nggak Pak ? jika ada, apa Pak ?
Irwan Adi E. :
SimulasiSaham.com adalah situs pertama pelatihan pasar modal yang menggunakan data real time dan online dari BEJ. Karena komitmen kami untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan pasar modal, kami secara rutin mengadakan seminar dan pelatihan-pelatihan dari kampus ke kampus. Yang sudah kami laksanakan antara lain di: Universitas Pelita Harapan, Universitas Pancasila, Universitas Atmajaya, Universitas Indonesia, Universitas Parahiyangan, Universitas Padjajaran, ITB, Universitas Moestopo, Universitas Trisakti dan Perguruan-perguruan tinggi lainnya. Dalam setiap seminar, kami selalu melihat antusiasme yang tinggi dari para peserta.

Redaksi MWI :
Selain www.simulasisaham.com ini, ada nggak Bapak untuk merencanakan untuk membuat website baru lagi ? misalya simulasiduit, simulasiharta, simulasibelanja, dll.
Irwan Adi E. :
Kami sudah mendapat tawaran untuk membuat simulasi bursa komoditi, namun saat ini kami masih akan berkonsentrasi dalam bidang pelatihan pasar modal agar para pengguna simulasisaham.com pada akhirnya dapat menjadi investor sebenarnya atau menjadi seorang profesional di bidang pasar modal.

Redaksi MWI :
Kalau kami lihat dari sisi luar bahwa www.simulasisaham.com ini mempunyai strategi yang bagus, nah Bapak punya kiat-kiat, cara atau pengetahuan agar suatu website bisa bertahan lama hidup, ketimbang banyak website-website bagus bermunculan tapi tidak lama kemudian menghilang.
Irwan Adi E. :
Saya rasa kunci keberhasilan setiap usaha--baik dot com maupun bidang lainnya--adalah memiliki revenue stream yang jelas, dan melakukan penghematan dan efisiensi berbagai biaya. Tidak seperti pada umumnya perusahaan dot kom yang mengandalkan pendapatan dari iklan, perusahaan kami memilih untuk memperoleh pemasukan dari biaya registrasi peserta yang akan ikut bersimulasi.

Redaksi MWI :
SDM yang Bapak pekerjakan untuk membangun website www.simulasisaham.com ini ada berapa ? dan terdiri dari apa saja ? misalnya webdesignernya dan webprogrammernya.
Irwan Adi E. :
Department yang ada di perusahaan kami mencakup : Marketing & sales; General affair; HRD; Accounting & Finance; IT; dan Customer Service yang seluruhnya kurang lebih berjumlah 40 orang.

Redaksi MWI :
Bapak Irwan pernah mengunjungi website MWI ? atau menyimak mengenai kegiatan kami MWI ? bagaimana komentar Bapak mengenai MWI ? mungkin adasaran atau masukan yang berguna ?
Irwan Adi E. :
Saya pernah mengunjungi situs MWI dan saya rasa situs ini sangat inovatif. Saya mengusulkan agar MWI mengeluarkan standar penilaian yang jelas dari suatu situs untuk dapat dinyatakan sebagai situs terbaik dalam kategorinya. Lebih jauh lagi anda mempunyai potensi untuk menjadi standar penilai situs web di Indonesia. Kenapa tidak dikembangkan saja menjadi badan pemberi penghargaan secara resmi seperti piala Citra atau Oscar di dunia perfilman.

Redaksi MWI :
Pesan-pesan Bapak kepada profesi web Indonesia lainnya baik bagi pemula dan yang senior.
Irwan Adi E. :
Wah saya sendiri masih sangat pemula dalam bidang web di Indonesia jadi rasanya agak kurang layak bagi saya untuk memberikan pesan. Mungkin pada kesempatan ini saya hanya akan memberikan himbauan kepada para webber di Indonesia untuk senantiasa membina kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka saling menguntungkan, melengkapi dan memperkuat daya tahan hidup perusahaaan-perusahaan dot kom di Indonesia.

Redaksi MWI :
Motto Bapak apa Pak ?
Irwan Adi E. :
Motto perusahaan kami adalah "Learn to Earn". Sedangkan motto saya pribadi mirip dengan motto perusahaan yaitu "Selalu Belajar" kapanpun dan dimanapun.





|||| KETERANGAN ||||

Team MWI (Master Web Indonesia) selalu memantau perkembangan dunia web di Indonesia, maka tak lupa kami akan memberikan wawancara maupun interview kepada profesi-profesi web yang berkompeten.

Jika anda ingin di wawancara silahkan hubungi kami :

redaksi@master.web.id








© 2000 TEAM MASTER WEB INDONESIA

. . . .
Dilarang memperbanyak artikel yang terdapat pada halaman Master Web Indonesia tanpa seizinTeam Master Web Indonesia.