master web
indonesia
.
.
.
.
.
.
[ Kembali ] [ menu utama ]

 
. . . .

Wawancara / Interview

.
|||| DUNIA IT BUKAN MILIK KAUM EKSAK SAJA ||||

Rini Nurul Badariah adalah seorang E-translator dan kontributor beberapa media online

Tanggal : 13 September 2000

TMWI:
Latar belakang pendidikan Anda kan Sastra Prancis. Mengapa dan bagaimana Anda tertarik pada internet?
Rini :
Saya mendengar tentang internet sudah lama sekali tetapi baru awal tahun ini bisa mewujudkannya. Sebenarnya apa saja yang berhubungan dengan komputer dan tekonologinya selalu menarik perhatian saya dan saya mencoba mengikuti perkembangannya, sejauh bisa saya pahami tentunya.
TMWI:
Anda seorang user yang cukup aktif. Sejauh mana manfaat internet bagi Anda?
Rini :
Saya berusaha memaksimalkannya, seperti yang dikatakan Seno Gumira Ajidarma (wartawan dan penulis), "Kalau untuk e-mail saja kurang, lebih baik lagi untuk mengeruk pengetahuan." Dulu saya sangat senang surfing dan mencari portal-portal baru, baik dalam maupun luar negeri. tetapi karena dananya terbatas, sekarang saya hanya menggunakan e-mail dan surfing ke situs-situs favorit saja.
TMWI:
Apa yang Anda senangi dan tidak senangi dalam dunia maya?
Rini :
Saya menggunakan akses internet di rumah untuk belajar, mulai dari mengotak-atik Outlook Express sampai mendesain homepage sederhana dengan Word. Konsekuensinya, kantong saya jebol terus tapi saya berharap pengetahuan saya ada gunanya kelak. Saya bergabung dengan klub korespondensi internasional dan memasang resume online di beberapa situs khusus lowongan kerja. Salah satu manfaat internet yang positif adalah melancarkan bahasa Inggris. Yang kurang saya sukai adalah chatting, judi online dan get-rich-quick program. Saya sering dibuat jengkel oleh spammer oleh sebab itu saya menghindari mailing list.
TMWI:
Adakah pengalaman yang unik selama Anda menjadi user?
Rini :
PC saya pernah tercemar kak worm. Berbulan-bulan saya mencari solusinya bahkan antivirus yang terbaru pun tidak mempan untuk membasminya. Untunglah saya mendapatkan antivirus khusus untuk itu dari CD Infokomputer Internet, majalah yang selama ini saya jadikan referensi. Dalam kesempatan ini, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada tim redaksi Infokomputer yang menjadi konsultan setia saya dengan cuma-cuma.
TMWI:
Anda ingin bekerja sebagai editor, translator, reporter atau writer. Mengapa Anda tertarik pada keempat posisi itu dan apakah Anda mempunyai pengalaman yang sesuai?
Rini :
Minat saya anggap yang terpenting dalam suatu profesi. Jika seseorang tidak menyukai pekerjaannya, ia akan merasa jenuh dan tidak berprestasi secara maksimal. Saya memang berminat dan merasa mampu mengerjakan keempat bidang tadi. Sebagai reporter, pengalaman saya belum terlalu banyak tetapi saya bersedia mempelajari hal-hal yang berkaitan dengannya. Setiap pengalaman menurut saya berharga, ada pelajaran sendiri-sendiri yang dapat dikaitkan dengan bidang apapun yang kita minati.
TMWI:
Apakah gagal dalam proses rekrutmen juga merupakan pengalaman?
Rini :
Tentu saja. Saya pernah ditolak menjadi tenaga follow-up di sebuah garmen, tapi hal itu menyebabkan saya terpacu untuk mempelajari internet lebih banyak. Justru saya memperoleh hikmah bahwa pekerjaan kantoran seperti itu kurang cocok dengan saya.
TMWI:
Apa yang membuat Anda ingin terjun di dunia cyber ini?
Rini :
Yang pertama, saya pernah gagal dalam penerimaan karyawan sebagai Page editor di sebuah portal Jakarta. Yang kedua, saya melihat dunia IT kita, khususnya pertumbuhan media online,masih ketinggalan. Di luar negeri misalnya, seorang penulis digaji 50 dollar per kata. Bahkan seorang game tester yang berangkat dari hobi main game bisa survive di sana. Saya pernah menjelajahi sebuah situs mengenai dunia penulis dan di sana banyak sekali media online mengenai berbagai hal, mulai dari ibu rumahtangga sampai main golf. Yang saya prihatinkan, media-media massa kita hanya menjadikan situs mereka sebagai pajangan. Menjawab email yang masuk saja memakan waktu lama, itu kan bukti mereka tidak serius. Padahal internet ini potensial sekali untuk mengembangkan suatu perusahaan, baik kecil maupun besar.
TMWI:
Anda pernah bekerja sebagai pengajar. Apakah Anda ingin pindah bidang karena kurang menantang atau sekedar mencari pengalaman baru?
Rini :
Saat ini pun saya masih terdaftar sebagai salah satu staf dosen di LPIP Bandung. Saya memang mencintai dunia pendidikan dan profesi ini berguna untuk mengasah ilmu yang telah saya peroleh d bangku kuliah. Tetapi jika saya menjadi penulis, editor , reporter, atau penerjemah, saya dpat menggabungkan segala kemampuan yang saya miliki yaitu bahasa asing, internet dan jurnalistik.
TMWI:
Anda menyatakan kecewa pada media offline kita. Bisa Anda jelaskan sebabnya?
Rini :
Saya sering dicurangi oleh pihak redaksi. Misalnya saya menulis sebuah resensi film dan dikirimkan ke sebuah suratkabar besar, tahu-tahu artikel itu muncul dengan sedikit perubahan sana-sini dengan nama wartawan film suratkabar tersebut. Saya juga pernah menulis cerpen di sebuah majalah remaja terkemuka. Jangankan diberi honor, surat pemberitahuan pemuatan pun tidak ada. Jadi boleh dikatakan saya jera menulis untuk media cetak.
TMWI:
Bagaimana pendapat Anda tentang bursa kerja online kita?
Rini :
Cukup baik, tapi dunia IT berkesan untuk kaum eksak saja. Saya melihat di mana-mana lowongan untuk posisi network administrator, webmaster atau programmer yang membutuhkan keahlian khusus, masih ditambah pengalaman sekian tahun lagi. Di samping itu, banyak lowongan yang meragukan sebab meskipun sudah lewat batas waktu atau terisi, tidak dihapus dari daftarnya.
TMWI:
Anda juga seorang telecommuter. Bagaimana awalnya Anda menekuni profesi ini?
Rini :
Obsesi saya bekerja jarak jauh dengan memanfaatkan fasilitas teknologi yang ada. Itu lebih menyenangkan sebab jujur saja, saya bukan orang yang betah berstelan rapi. Tapi saya masih mentolerir jam kerja nine to five, bahkan lembur, sejauh kompensasinya layak. Mengingat kondisi dunia kerja kita yang sekarang, telecommuter merupakan alternatif pekerjaan sambilan untuk memperoleh pemasukan tambahan. Tapi saya tidak pernah tertarik pada home business apalagi MLM.
TMWI:
Pernahkah Anda mengalami kendala dalam menjalankan profesi ini?
Rini :
Ketika saya menjadi freelance writer di jester.com, saya mengalami kesulitan mencairkan cek berbentuk dollar yang saya terima sebab ternyata biaya penagihannya saja lebih besar dari jumlah invoice yang tertera di situ. Birokrasi perbankan sangat rumit, untungnya pihak atasan mengerti kesulitan saya bahkan memberikan bonus. Bagi mereka mungkin 50 dollar tidak berarti, tapi bagi kita kan cukup besar nilainya. Tulisan saya berkali-kali ditolak oleh imfrust.com, sebuah situs tentang frustrasi, karena mood saya sudah menurun, saya tidak berkeras memperbaikinya lagi.
TMWI:
Sejauh ini, apa yang telah Anda lakukan untuk mengembangkan kemampuan dan menambah wawasan Anda?
Rini :
Saya menulis sebanyak-banyaknya, di antaranya untuk masterweb ini, kitakita.com dan indocampus.com. Di waktu senggang saya mencoba belajar Photoshop sendiri. Kalau studi saya sudah rampung nanti, saya berencana mempelajari DEA dan Pagemaker. Saya sering melihat lowongan editor yang mengharuskan pemahaman pagemaker.
TMWI:
Selain itu, apa kegiatan Anda?
Rini :
Saya menjadi junior translator di Indolingua Language Service, Jakarta. Ini sebuah terobosan baru, saya kira, sebab saya bekerja di rumah dan mengirimkan hasilnya dengan e-mail yang sangat praktis dan ekonomis. Pekerjaan ini juga memerlukan kemampuan editing dan penguasaan bahasa indonesia yang baik dan benar.
TMWI:
Terakhir, adakah pengalaman paling berkesan dalam pekerjaan Anda?
Rini :
Belum lama ini saya diterima sebagai freelance scriptwriter Wekker Comics. Meskipun masih cadangan, ini kesempatan untuk belajar lebih banyak lagi bagi saya. Saya hanya menyerahkan contoh tulisan, tanpa CV, namun lolos dari 20 pelamar tanpa tes.




|||| KETERANGAN ||||

Team MWI (Master Web Indonesia) selalu memantau perkembangan dunia web di Indonesia, maka tak lupa kami akan memberikan wawancara maupun interview kepada profesi-profesi web yang berkompeten.

Jika anda ingin di wawancara silahkan hubungi kami :
team@master.web.id








© 2000 TEAM MASTER WEB INDONESIA

. . . .
Dilarang memperbanyak artikel yang terdapat pada halaman Master Web Indonesia tanpa seizinTeam Master Web Indonesia.