Foto saya bersama 2 orang lead director saya. (Yance
sebelah kiri, saya di tengah, dan CZ di sebelah kanan)
Chendra Cahyadi
selaku CEO dari Mark Design
Menurut mendapat saya bahwa profesi web
developer di Indonesia bakalan booming kayak di India, dengan kata
lain cerah sekali. Tapi jangan salah kaprah loh, dengan booming
bukan berarti semakin lama semakin mahal... itu salah besar...
06 April 2001
|
|
Redaksi MWI :
|
Sebelumnya perkenalkan kami dari team Redaksi MWI, jika berkenan
dipersilahkan untuk memperkenalkan diri Bapak selaku pendiri Mark
Design. |
|
Chendra Cahyadi :
|
Nama
saya Chendra Cahyadi. Usia saya masih muda, yakni menjelang 22 tahun,
jadi masih belum pantas dipanggil bapak, :) . Saya menekuni bidang
grafis mulai tahun 1995, dan dari sanalah saya menemukan banyak rekan
professional lainnya.
|
|
Redaksi MWI :
|
Mark
Design berdirinya kapan ? dan Mark Design itu apa sih ? apa sejenis
dengan web development atau apa ? bisa cerita asal mulainya dibentuk
Mark Design ini ? |
|
Chendra Cahyadi :
|
Mark Design didirikan pada tanggal 14 September 1999. Permulaannya
adalah dari saya sendiri. Pekerjaan saya sebelumnya (sambil kuliah)
adalah mencari design project (company profile, brosur, dan website)
secara door-to-door ke perusahaan-perusahaan besar. Pertama-tama yang
berperan besar pada saat itu adalah ayah saya yang memperkenalkan
jasa saya kepada beberapa perusahaan kenalannya, baru kemudian saya
perlahan mengumpulkan banyak portfolio dan mencari order di perusahaan
lainnya.
Dalam perjalanan business yang cukup panjang ini, saya menemukan 2
orang rekan yg saat ini menjadi lead director yakni Yance dan Cortez
(CZ), dan saya cukup tertarik dengan kemampuan mereka. Telah beberapa
kali saya bekerja sama dengan mereka dan membuahkan hasil yang bagus...
oleh karena itu lama kelamaan saya ingin menetapkan formasi ini agar
lebih solid dan profesional, dengan membuat sebuah registered brand
name Mark Design, dibawah perusahaan PT. Pelangi Manfucature (perusahaan
produksi grafik dan cetakan paman saya)
Saat ini, main business kami adalah website dan multimedia... speciality
kami adalah di company profile. Untuk business e-commerce dan berbau
pemrograman, kami out source ke perusahaan lain (Yudistira Infomedia)
dan beberapa orang freelancer.
|
|
Redaksi MWI :
|
Dari
informasi yang didapat bahwa Pak Chendra sudah tidak aktif lagi di
Mark Design, apakan saat ini Mark Design masih tetap jalan ? ada berapa
personil didalamnya termasuk semua SDM yang ada ? |
|
Chendra Cahyadi :
|
Ya,
masih berjalan. Saat ini saya lebih aktif di PT. Pelangi Manufacturer
(induk perusahaan) untuk memperluas service layanan jasa kami, jadi
kurang aktif di dalam Mark Design.
Total SDM baik freelance atau full time ada 11 orang termasuk saya.
SDM yang tetap saat ini ada 6 orang,... mereka terdiri dari 2 lead
director, 3 web designer, dan 1 org help desk (terima telepon, buka
invoice, kuitansi, srabutan) Sedangkan yg freelance ada 2 programmer
php dan J++, Lalu tenaga marketing adalah kita semua ditambah beberapa
sales executive PT. Pelangi Manufacturer dan beberapa sales lepas
dengan gaji per komisi.
|
|
Redaksi MWI :
|
Dari
sekian projek yang dikerjakan paling banyak mengerjakan projek apa
Pak ? dan dari mana saja projek ini didapat ? apakah menfokuskan pada
projek dalam negeri atau luar negeri ? kira-kira 1 projek dikerjakan
berapa lama ? dan sistem kerjanya bagaimana Pak ? sudah berapa banyak
clientnya Pak ? |
|
Chendra Cahyadi :
|
Paling
banyak masih proyek dalam negeri, saat ini kira-kira ada 22 client.
Proyek di dapat dari sales door to door ke perusahaan2 besar, juga
kerabat-kerabat yang lain. Fokus kita sementara dalam negeri, karena
pasarnya luas dan bisa digunakan untuk mengumpulkan portfolio banyak.
Proyek yg sering kami kerjakan adalah Website Company Profile, lalu
digital company profile (dalam bentuk CD), CD-ROM, design logo, design
stationery, serta research dan case studying untuk brand naming. Waktu
pengerjaan bervariasi, tapi diantara semua tadi belum pernah ada kasus
pekerjaan melebihi waktu 2 bulan... kecuali kalau klien revisi terus
atau tidak ada tanggapan
Untuk luar negeri, kita baru berurusan dengan 2 klien besar, yang
mana klien tersebut adalah biro internet solution. Jadi mereka outsource
ke kita. Mereka adalah SCIENT Singapore (cabang SCIENT Eropa) dan
1 lagi minta dirahasiakan sesuai dengan perjanjian dengan pihak Mark
Design.
Jumlah proyek yang dikerjakan untuk SCIENT & "yg satu lagi"rata-rata
1 bulan hanya 1 proyek, namun sangat mengungtungkan dalam hal materi.
Dalam hal "karya" kami rugi, karena semua pekerjaan yang kami buat
telah disetujui sesuai agreement sebelumnya untuk di claim under develop
by SCIENT. Jadi, tidak ada bukti untuk mengclaim kalau itu karya kita.
Sebelumnya, kita pernah mencoba pendekatan dengan klien asing langsung,
namun berkali2 berakhir dengan kegagalan. Dengan hal ini saya menyimpulkan
kalau, the way we do business dengan their way to do business itu
lain. Untuk bisa kerja lebih baik dengan pihak asing, saya prefer
melalui perantara... misal: ada webdesigner asing yg outsource ke
kita... karena mereka lebih bisa menterjemahkan dan menjawab what
the client's want ketimbang kita...
|
|
Redaksi MWI :
|
Kalau
dilihat bahwa kita belum ada standarisasi mengenai harga untuk projek
web, bagaimana pihak Mark Design didalam memberikan harga kepada clientnya
? disesuaikan dengan apa Pak kalau boleh kami mengetahuinya ? dan
apakan client dalam negeri dan luar negeri di charge yang sama ? |
|
Chendra Cahyadi :
|
Tentunya
melihat uang apa yg dipegang,... kalau klien asing kita charge dengan
dollar dan harganya sekitar 2 kali dari biasanya, karena selama ini
kita melalui perantara. Jika tanpa perantara, yaitu ke klien langsung...
uang yang didapat bakal berlipat kali,... bukan cuma 2 kali lipat....
mungkin bisa sampai 5 atau 6 kali lipat. Untuk gampangnya, kita memberi
paket untuk menentukan harga kita.mis: Paket A untuk luar negeri,
dan paket B khusus untuk dalam negeri... paket itu pun beragam. Selama
masih dalam paket, semua sama rata.... walaupun hasil bisa berbeda.
Ini hanya untuk memudahkan klien mengenal kita dan memegang harga
kita.
Untuk kustomisasi, kita mencharge per page untuk company profile....
untuk ecommerce, kita minta waktu 1 - 2 hari untuk mendiskusikan harga
berdasarkan kerumitan dan permintaan.
|
|
Redaksi MWI :
|
Menurut
Pak Chendra, prospeknya cerah atau bagaimana mengenai profesi web
developer khususnya di Indonesia ? mengingat pengguna internet masih
relatif sedikit tapi banyak pula perusahaan yang masih belum mempunyai
website ? punya gambaran nggak Pak ? |
|
Chendra Cahyadi :
|
Profesi web developer di Indonesia bakalan booming kayak di India,
dengan kata lain cerah sekali. Tapi jangan salah kaprah loh soal ini...
dengan booming bukan berarti semakin lama semakin mahal... itu salah
besar...
Kalau pendapat saya, ini adalah tren2 yang diciptakan raksasa IT untuk
justru menekan harga pekerja IT. Dengan berita2 ttg cerahnya tenaga
IT, maka semua orang pasti mau jadi pekerja IT.... jadinya nanti akan
ada titik jenuh dimana pekerja IT sudah mencukupi lapangan kerja,
bahkan melebihi karena banyaknya....
dan waktu itu, yang mengambil keuntungan adalah perusahaan IT sperti
microsoft yg produknya semakin laris saja... betul tidak.. lalu tenaga
IT juga bisa jadi murah(saking banyaknya).. Saat ini kekurangan tenaga
IT di Indonesia yg sering dibicarakan di berbagai media, kalau menurut
saya terlalu dilebih2kan!... seakan-akan Indonesia dibandingkan Amerika
atau Jepang saja..
|
|
Redaksi MWI :
|
Ada
tidak Pak, cirikhas atau kelebihan apa yang dimilik oleh Mark Design
dibanding dengan para web developer lainnya ? setidaknya ada hal yang
bisa dibanggakan oleh Pak Chendra. |
|
Chendra Cahyadi :
|
Ciri kami ada pada design kami. Beberapa designer kami memiliki aliran
design yg berbeda2.. seperti saya mustinya lebih suka design yg nakal...
heavy raygun gitu... heheh... ada yg post modern, ada yg minimalis...
namun saya berusaha untuk mengontrol dan menyatukan aliran itu sementara,
menjadi aliran ekslusif, very clean, profesional dan berkesan mahal...
hal ini semata untuk menangani target audience kita saat ini di Indonesia
yg kebanyakan masih company oriented... , pikiran ttg design masih
belum benar2 terbuka... mereka tidak akan menerima aliran yg ngalternative...
Mungkin kalau dibandingkan web developer yg lain, kita lebih menang
di ke stabilan design... sehingga klien dapat merasakan trade"mark"
yg mudah dikenal.
|
|
Redaksi MWI :
|
Menurut
Bapak, design yang baik dan benar itu seperti apa Pak ? dalam hal
ini di sangkut pautkan dengan web. |
|
Chendra Cahyadi :
|
Yah
sebisanya design itu punya ciri khas... fungsional, praktis dan tidak
bertele-tele... Design-design kita kebanyakan ber-color scheme tidak
banyak, sehingga terlihat solid. Jika dijabarkan akan banyak sekali
kalau menurut saya..... mungkin nanti saja yah di lain topik...
|
|
Redaksi MWI :
|
Dengan
adanya MWI sebagai wadah kamunitas web di Indonesia, bagaimana pendapat
dari Pak Chendra ? atau ada saran dan masukan yang berguna ? kira-kira
pesan apa yang bisa Pak Chendra sampaikan untuk para profesi web lainnya
di Indonesia ini ? |
|
Chendra Cahyadi :
|
Saya
suka MWI, ... pertama saya tahu MWI justru dari salah satu designer
kami (Andre). Setelah saya lihat MWI, saya merasa anda semua di MWI
benar2 berjiwa besar, tidak egois, dan benar2 bervisi memajukan dunia
IT Indonesia. Saya salut benar.
Yang saya lihat saat ini di MWI sudah perfect, hanya saja mungkin
juga diangkat top 10 untuk design html... karena html dan flash punya
karakteristik dan fungsional yg lain... jadi walaupun html statik,
tidak semua bisa dibandingkan dg flash... (kayaknya org2 terlalu gila
flash)
Masukan dari saya mungkin soal web MWI... kalau saya sih kok sukanya
web portal sejenis MWI ini enaknya tanpa halaman pembuka aja... jadi
langsung masuk main.htm nya. Dan mungkin di halaman main tersebut
berikan something seperti ilustrasi cover, yang ber ganti2 tiap minggu
atau tiap bulan... sehingga tampak fresh terus.
|
|
Redaksi MWI :
|
Motto
Pak Chendra apa ? |
|
Chendra Cahyadi :
|
Motto
Mark Design diambil dari semboyan hidup CEO IBM, yakni " Good design,
good business".
Motto saya pribadi mungkin kayak gini, "The most important is... the
man behind the gun, not the gun"... heheh... sorri, ini biasa aku
katakan ke anak-anak yg lain jika mereka mengeluh komputernya pelan
kek atau apa gitu... hehehe.. peace
Semoga bermanfaat,..
maju terus!
|
|
|
| ||||
KETERANGAN |||| |
|
Team
MWI (Master Web Indonesia) selalu memantau perkembangan dunia web
di Indonesia, maka tak lupa kami akan memberikan wawancara maupun
interview kepada profesi-profesi web yang berkompeten.
Jika anda ingin di wawancara silahkan hubungi kami :
redaksi@master.web.id
|
|