master web
indonesia
.
.
.
.
.
.
[ Kembali ] [ menu utama ]

 
. . . .

Wawancara / Interview

.

Rileks.Com
Bp. M. Suryadi
CEO Dari Situs Rileks Dot Com
Industri Dotcom Dalam 3 Tahun Kedepan Akan Lebih Booming
22 Maret 2001

Redaksi MWI :
Suatu kehormatan bisa mewawancari Bapak sebagai CEO dari www.rileks.com, kalau boleh tau peranan Bapak sejauh apa sebagai CEO nya Rileks Group ini ?
M. Suryadi :
Sebagai CEO, saya harus me-manage masalah-masalah operasional melalui Head of Division kita yang meliputi Divisi Portal, E-Commerce, and Client Service. Selain itu, saya juga terlibat dalam pembinaan human resources, strategic financing, dan memanage hubungan dengan BOD dan share holder.

Redaksi MWI :
Boleh diceritakan Pak asal mulanya, visi, misi, tujuan dan konsep berdirinya situs www.rileks.com, sasarannya kepada kalangan apa Pak ? kalau kami lihat sih lebih mengena untuk kalangan muda menuju dewasa, benar tidak Pak ?
M. Suryadi :
Rileks.com mulai dibangun pada bulan Maret 2000 dan dilaunch secara formal pada tanggal 14 April 2000. Latar belakang berdirinya Rileks.com karena adanya investasi angel investor kita sebelumnya di salah satu portal terbesar di China, yaitu myrice.com. Awalnya Rileks.com coba dikembangkan sebagai wakil dari myrice.com di Indonesia, tapi dalam perjalanannya Rileks.com dapat berdiri sendiri karena teknologi yang dibangun berdasarkan kekuatan inhouse team demikian juga dengan content dan lainnya. Rileks.com membidik segment Entertainment dan tidak terjerat ke segment berita dimana pada saat itu marak sekali bermunculan portal-portal berita seperti astaga, satunet, dll. Alasannya adalah karena kami pikir Entertainment adalah satu-satunya segment yang siap untuk spending money on the net dan ini terbukti dari perkembangan di luar negeri maupun di Indonesia yang waktu itu meski mengalami krisis tapi industri entertainmentnya masih berkembang dengan baik. Alasan kedua karena segment ini mempunyai barrier to entry yang lebih tinggi dari segment yang lain. Maksudnya, tidak mudah bagi seseorang untuk menciplak atau memasuki segment entertainment, karene disamping mereka harus mempunyai tim IT dan content yang bagus dia juga harus mempunyai network/jaringan di off-line industry-nya. Hal ini terbukti dengan tidak begitu banyaknya portal entertainment yang sukses di negeri ini, dibanding portal berita atau lainnya. Alasan ketiga, karena community yang bermain di segment entertainment ini, sebagian besar sudah akrab dengan teknologi internet.

Pada awal berdiri, kami punya target untuk menjadikan rileks.com sebagai leading portal di entertainment community dan mampu menciptakan business yang profitable. Rileks.com hari ini sudah menjadi leading portal di entertainment, baik dilihat dari trafficnya (750.000 - 800.000 pageview/hari) maupun dari community, network dan partner yang terbentuk. Kita masih berusaha untuk bisa profitable atau setidaknya tidak mengalami loss dalam waktu dekat ini.

Mengenai segment usia di Rileks.com adalah berkisar antara 18 - 40 tahun, tapi major traffic kita datang dari usia 22 - 35 tahun.

Redaksi MWI :
Didalam www.rileks.com terdapat beberapa sister company, apakah memang dari awal ingin membangun jaringan seperti itu apa sambil jalan terbentuk itu ?
M. Suryadi :
Saya ingin sedikit meluruskan pertanyaannya, dalam Rileks.com terdapat beberapa situs lain yang menjadi bagian dari keluarga Rileks.com (bukan sister company karena tidak ada perusahaannya). Kenapa hal ini terjadi ? Jawabannya adalah, karena pada awal berdiri kita menyadari bahwa kita sudah agak terlambat untuk memasuki industri portal ini dibanding pemain-pemain yang lain. Oleh karena itu kita harus mengejar ketinggalan tersebut dengan cara akuisisi beberapa website yang sudah mempunyai community disamping juga membangun website sendiri yang menjadi kekuatan utama untuk berkembang yaitu Rileks.com, Bisik.com dan Gawean.com. Dari awal kita sudah merencanakan untuk mengintegrasikan seluruh situs keluarga ini ke portal Rileks.com dan mudah-mudahan dalam waktu sangat dekat ini, upaya tersebut akan dapat diselesaikan.

Redaksi MWI :
Sebelum membentuk Rileks ini, apa Bapak mempunyai pengalaman di dunia dot com ? sejak tahun berapa Bapak sudah terjun atau setidaknya mulai menggunakan internet ? Dan kenapa bisa tertarik untuk terjun kedalam dunia dot com ?
M. Suryadi :
Pengalaman bekerja di dunia dotcom, tidak. Tapi saya mulai aktif menggunakan teknologi internet ini sejak tahun 1996. Saya adalah seorang arsitektur/perencana kota. Saya mempunyai background ilmu di bidang Planologi (PL ITB, 1989). Computer dan internet adalah hobby bagi saya. Pada saat kuliah saya punya usaha sendiri di bidang perakitan dan penjualan komputer, jaringan LAN dan mutimedia, bersama teman satu kuliahan waktu itu di Bandung. Dan di dalam profesi saya sebagai perencana kota pun, saya cukup akrab dengan teknologi GIS (Geographic Information System). Terakhir sebelum bekerja di Rileks.com, saya adalah Planning and Development Manager di salah satu perusahaan real estate patungan Sinar Mas Group, Nisho Iwai, dan Itochu Corp.

Saya tertarik untuk terjun ke internet karena kultur industri internet itu sendiri yang bersifat horisontal (tidak birokratif), sangat cepat berkembang dan dinamis, serta penuh tantangan dan hal baru.

Redaksi MWI :
Terus pendapatan penghasilan dari www.rileks.com sendiri sudah bisa dihandalkan atau bagaimana ? dilain hal Bapak harus membiayai biaya operasional misalnya gaji para karyawan, dsb. Apakah pemasukan dari iklan banner atau pembuatan website ?
M. Suryadi :
Sebagaimana saya ungkapkan di atas, sampai saat ini kita masih mengalami loss dalam operasional. Artinya pendapatan yang dihasilkan belum bisa mencover semua biaya pengeluaran kita. Pendapatan dari Rileks baru mengcover 50% dari operational cost. Untuk kekurangan tersebut kita didanai oleh investor. Pemasukan kita berasal dari advertising, consulting, e-recruitment, dan e-commerce.

Redaksi MWI :
Menurut Bapak prospek dunia dot com di Indonesia termasuk cerah atau suram ? melihat dari negara kita sedang masa gonjang ganjing perekonomian dan politik. Setidaknya kalau Bapak sudah mendirikan www.rileks.com mempunyai alasan kuat kenapa bisa terjun ke dunia dot com ?
M. Suryadi :
Cerah atau suram, tergantung dimensi waktu yang dipakai. Dalam waktu dekat mungkin kelihatan agak suram, tapi dalam waktu panjang (3 tahun kedepan), saya yakin industri ini akan booming kembali. Kenapa ? Karena beberapa alasan : - Trend teknologi di seluruh dunia mengarah ke Internet platform. Contoh: Microsoft sudah mereposisi bisnisnya dari media PC ke paltform .NET (dibaca: dotnet). Mau tidak mau, orang akan menggunakan teknologi internet untuk masa yang akan datang. - Apabila semua pasar benar-benar sudah terbuka, tidak ada batasan geografi dan negara dalam berbisnis. Satu-satunya media yang dapat mensupport tujuan tersebut adalah teknologi Internet. - Sudah terlihat kecenderungan off-line industri hari ini, untuk masuk ke dunia e-business, karena kemudahan dan efisiensi yang sangat tinggi yang ditawarkan oleh teknologi Internet.

Jadi menurut saya, barang siapa yang menguasai informasi, komunitas online dan teknologi online (internet), akan menjadi pemenang di masa akan datang.

Redaksi MWI :
Didalam mengisi content, informasinya diambil dari mana ? berapa team redaksi Bapak ? dan menurut Bapak informasi dari www.rileks.com yang mana yang merupakan paling di tonjolkan ? berita artisnya ? dan nampaknya memang banyak artis-artis Indonesia yang beritanya masuk kedalam situs Bapak.
M. Suryadi :
Tim content kita ada 15 orang. Beberapa content yang sifatnya lokal diambil dari lapangan langsung dan sebagian lain yang lebih bersifat internasional kita browse dari luar. Bebebrapa content juga ada yang berasal dari komunitas rileks.com sendiri.

Content kita tidak hanya tentang selebritis, tapi juga hal-hal lain yang erat kaitannya dengan gaya hidup dan entertainment seperti, musik, film and tv, fashion, pojok gaul, dll. Masalah penekanan content, tergantung kecenderungan yang diinginkan komunitas / pasar.

Redaksi MWI :
Kira-kira sudah berapa biaya yang dikeluarkan sampai saat ini untuk mendirikan www.rileks.com, dan apakah Bapak selain usaha dot com mempunyai usaha lainnya ? atau hobby Bapak M. Suryadi yang tersalurkan ?
M. Suryadi :
Biaya yang kita keluarkan untuk Rileks.com sampai hari ini (selama hampir 1 tahun) belum mencapai USD 1 juta. Nilai ini sangat konservatif dibandingkan portal-portal besar lainnya.

Redaksi MWI :
Untuk kedepannya www.rileks.com mempunyai planning apa Pak ?
M. Suryadi :
Target ke depan adalah to be profitable company.

Redaksi MWI :
Bagaimana menyinggapi terhadap situs lainnya yang bisa di katakan hampir serupa dengan www.rileks.com ?
M. Suryadi :
Mereka adalah partner dalam memasyarakatkan industri ini, dan karenanya kita harus saling membantu. Ibaratnya, seperti bayi, harus saling bergandengan dulu untuk tumbuh menjadi lebih besar, termasuk bergandengan dengan off-line industri yang sudah mateng / mature.

Redaksi MWI :
Pendapat Bapak mengenai banyaknya bermunculan situs-situs baru ? bahkan tidak sedikit pula situs-situs yang menghilang dari peredaran, bagaimana dengan situs www.rileks.com sendirinya ?
M. Suryadi :
Pada dasarnya, hal bermunculan situs baru dan hilangnya beberapa situs dari peredaran adalah hal yang alami. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, bahwa industri internet belum merupakan industri yang mature. Banyak orang yang ingin masuk dan berspekulasi dan banyak juga sudah kehabisan nafas (khususnya di Indonesia). Tapi akhirnya nanti pasti akan terjadi konsolidasi dan memunculkan pemenang-pemenang. Untuk Indonesia, mungkin cuma ada 2 atau 3 pemenang, sama halnya seperti yang terjadi China dan Korea yang marketnya mulai mature.

Redaksi MWI :
Apakah Bapak ada komentar mengenai aktifitas dan kegiatan kami MWI sebagai wadah komunitas web di Indonesia ? mungkin saran atau masukan-masukan yang berguna.
M. Suryadi :
Saya punya pemikiran dan harapan positif terhadap MWI. Tapi perlu disadari betul bahwa MWI harus punya konsep yang jelas, baik dalam business modelnya, sumber-sumber revenuenya dan antisipasi terhadap kompetitor-kompetitor yang skalanya multinasional (karena kedepan ini, kita akan terkena dampak globalisasi tersebut). Selain itu kekompakan team untuk bisa saling support dan kemampuan memanage burn rate, adalah faktor kunci bagi keberhasilan.

Redaksi MWI :
Pesan-pesan Bapak kepada para profesi web Indonesia lainnya, mungkin terutama diperuntukan kepada pemilik maupun pengelola situs-situs di Indonesia ?
M. Suryadi :
Saya mungkin tidak punya pesan khusus, tapi dalam hal ini saya hanya ingin mengajak teman-teman di industri dotcom untuk bisa saling bantu dan mengembang budaya dan image positif serta optimis untuk industri ini, sehingga kita dapat membawa industri ini dari seorang bayi menjadi seorang yang dewasa dan sehat (to be real business).

Redaksi MWI :
Pengen tau nih kita, motto Bapak apa ?
M. Suryadi :
Motto hidup saya : Selalu coba untuk menjadi yang terbaik dengan usaha keras, doa dan restu dari Yang Maha Kuasa.





|||| KETERANGAN ||||

Team MWI (Master Web Indonesia) selalu memantau perkembangan dunia web di Indonesia, maka tak lupa kami akan memberikan wawancara maupun interview kepada profesi-profesi web yang berkompeten.

Jika anda ingin di wawancara silahkan hubungi kami :

redaksi@master.web.id








© 2000 TEAM MASTER WEB INDONESIA

. . . .
Dilarang memperbanyak artikel yang terdapat pada halaman Master Web Indonesia tanpa seizinTeam Master Web Indonesia.