Arsip mwmag  [Up]© 2002 PT Masterweb Media

Surat

  1. CD-nya Manaaaa?
  2. Artikel Terpot…
  3. Protes Terhadap Protes Cover
  4. Kenapa Harus 666?
  5. Koreksi Soal IE
  6. Klub TI

 

CD-nya Manaaaa?

Dear Steven/mwmag,
Sejak edisi pertama sampai edisi 6 aku tidak pernah mendapatkan mwmag tanpa CD. Salah satu alasan aku sampai membeli majalahmu ini adalah karena ada sisipan/bonus CD-nya. Tapi tumben, di edisi 7 ini kok tidak ada? Tahu tidak, aku sampai harus bertanya berkali-kali pada petugas jaga di Gramedia untuk meyakinkan bahwa memang edisi 7 ini tanpa CD. Atau memang karena seperti kata Steven bahwa “para pengkritik yang bersemangat selalu berasal dari Makassar” sehingga khusus untuk kota Makassar tempat aku berdomisili ini tidak diberikan CD? Sentimen pribadi barangkali? Karena penasaran aku akhirnya tetap membeli majalah ini. Dengan harapan bahwa ada keterangan di dalamnya menyangkut ketiadaan CD untuk edisi 7 ini. Tapi ternyata tidak ada! Terus aku harus bagaimana? Apakah memang mwmag sedang dalam kondisi yang memprihatinkan sampai-sampai bonus CD-nya ditiadakan? Atau ada keterangan lain? Kalau ternyata memang ada CD-nya maka aku komplain berat nih. Mana?
Fredy, Makassar via email

Dear mwmag,
Saya berlangganan mwmag, dan saya baru menerima mwmag07 hari ini (04/09/02) dalam keadaan terbungkus rapi, 2 lapis bungkusan plastik. Bungkusan pertama adalah bungkusan tambahan dari TIKI, dan bungkusan kedua masih dalam keadaan rapi adalah bungkus majalah seperti biasanya majalah/buku yang baru dibeli. Tetapi betapa kecewanya, ternyata setelah semua pembungkus dibuka saya tidak menemukan CD yang selama 6 edisi sebelumnya tidak pernah absen. Saya membolak-balik seluruh isi majalah dan berharap ada penjelasan tentang ketidakberadaan CD pada edisi 7 ini, tetapi tidak ketemu. Melihat dari kualitas pembungkus yang saya terima, mustahil CD tercecer atau disambar orang. Karena itu saya menulis email ini, guna mendapatkan penjelasan dari redaksi, apakah mwmag mulai edisi 7 memang tidak disertai dengan CD, atau apakah saya yang lagi kena sial dapat majalah yang belum disisipi CD?
Sofyan Thayf via email

Dear mwmag,
To the point saja, saya ingin tahu apa mwmag07 ada CD-nya seperti edisi-edisi sebelumnya? Sebab saya beli mwmag07 di Gramedia tidak ada CD-nya, sampai-sampai saya bertanya ke customer service dan katanya memang tidak ada tuh. Kalau memang tidak ada CD-nya, saya ingin tahu kenapa kok tidak seperti biasanya? Padahal saya sangat terbantu sekali dengan software-software yang dibundel dalam cd mwmag, sebab saya tidak punya koneksi Internet yang yahud untuk download software. Terima kasih atas perhatiannya.
I Putu Hariyadi via email

Karena satu dan lain hal, maka khusus mwmag07 memang tidak disertai CD. Redaksi mohon maaf karena tidak memberikan keterangan yang jelas akan hal ini di edisi tersebut. Edisi 8 dan edisi-edisi lainnya akan kembali disertai CD.

Artikel Terpot…

Dear mwmag,
Di balik kontroversialnya cover mwmag06, yang menurut saya sangat kreatif dan paten, sangat disayangkan bahwa artikel berjudul “VeriSign: Dilarang Nakal Lagi” pada halaman 36 di edisi 6 tersebut terpotong. Padahal di situ terletak kalimat penutup/kesimpulan. Di mana kelanjutannya? Apakah di halaman lain? Jika ya, di halaman berapa? Karena saya tidak mendapatkan mwmag saya terkorupsi jumlah halaamannya. Apakah bersambung di edisi berikutnya? Saya juga tidak menemukannya di mwmag07. Jangan bua saya—dan mungkin pembaca lain—penasaran sampai terbawa mati dong. Tolong lanjutkan terusan dari artikel yang terpotong tersebut.
Bayu Notonegoro via email

Mohon maaf, memang di mwmag06 (dan bahkan mwmag07) terdapat kesalahan layout yaitu ada beberapa artikel yang terpotong satu dua kalimat terakhirnya. Berikut ini kelanjutan artikel-artikel yang terpotong: 1) Opini & Berita, mwmag06, hlm 9: “…lenyap. Bagaimana dengan M-Web sendiri? Ternyata lewat restrukturisanya, M-Web masih yakin akan profit tahun 2004. Kita saksikan saja bagaimana perkembangannya nanti. Yang jelas, di Indonesia, nampaknya uang sudah tidak bisa lagi datang dari portal. (sh)”; 2) artikel “VeriSign: Dilarang Nakal Lagi”, mwmag06, hlm 39: “… Apa karena ‘cintanya’ ditolak oleh para registrar itu atau karyawannya lagi iseng? Padahal kalau di sini sih, seandainya cinta ditolak, cukup dukun yang bertindak. (ben)”; 3) tutorial Perl, mwmag06, hlm 59: “…baru-baru ini menempuh sidang akhirnya. Administrator Jaringan Teknik Informatika. Asisten di Teknik Informatika. Programmer Satgas Pengolah Data Institut ITB. Dapat dihubungi di yohanes@opensource.or.id.”; 4) kolom “Berita Bisnis/Hosting”, hlm 41: “… dipasang masih sama dengan versi 2.5 yaitu antara $199 sampai $799, versi 5.0 itu ketika dirilis nanti masih belum mendukung Red Hat Linux 7.3. Seperti biasa, tunggu saja patchnya! (ben)”

Protes Terhadap Protes Cover

Dear mwmag,
Saya agak kesal juga membaca Surat Pembaca yang terlalu mempermasalahkan cover. Sebenarnya sih ide itu juga sebagai kreativitas, sebagai seni. Waktu ada orang melihat gambar cewek 3D [sampul edisi 3—Red.], saya hanya nyeletuk sama orang itu, “Haha, kalau majalah bokep kenapa tidak kamu beli juga?” Reaksi mereka hanya tertawa. Yang 666 juga sama. Itu tidak ada apa-apanya, apanya yang sara? Bagi saya semua oke saja kok, no problem. Yang saya cari isi dan CD, bukan cover. Semua dibalikkan ke individu saja. Kalau gambar Anda sedang buang air ditampilkan jadi cover, baru deh boleh Anda mencak-mencak.

Isi mwmag makin berbobot semenjak edisi 6, saya sangat suka itu. Cuma saya agak kurang suka dengan rubrik You Suck! Kalau boleh saya bilang, yang menulisnya juga sucks semuanya. Kenapa ambil risiko? Kalau sebuah software sucks, cari info dahulu sebelum memakainya. Sesuck-sucknya software/situs web tetap saja ada baiknya. Contohnya Flash. Saya bilang itu suck, tapi Anda-Anda bilang no problem kan?

Oh ya, yang bikin saya salut dari mwmag cuma satu. Isinya teratur dibandingkan majalah lain yang bikin kepala saya pening. Sudah cukup, mwmag sudah bagus, so far so good. Improvement dan development saja, cari format khasnya. Dan kuisnya dong, kasih hadiah kek buat edisi ultahnya. Mobil misalnya.
Dityo Nurasto via email

Kenapa Harus 666?

Dear mwmag,
Saya seorang praktisi TI yang senang mengupgrade ilmu lewat majalah-majalah seperti mwmag. Suatu hari di kantor saya melihat majalah mwmag baru yang dibeli teman saya. Waktu melihat covernya saya terkejut sekali karena tergambar jelas angka 666 di sana. Saya mencoba mencari penjelasan tentang apa yang dimaksudkan oleh gambar cover tersebut, dan yang saya dapati hanyalah penjelasan bahwa itu dikaitkan dengan versi 6 browser Netscape dan edisi ke-6 majalah mwmag. Seperti yang juga sudah dijelaskan di sana, browser Netscape sudah mencapai versi 7 bahkan 8. Jadi kenapa harus mengaitkan pada versi 6-nya? Saya pikir alasan di atas sepertinya dipaksa-paksakan

saja untuk maksud yang tidak jelas apa. Menurut saya, sebelum mencantumkan “sesuatu” dalam majalah yang jelas akan dikonsumsi publik, terlebih dahulu harus dipikirkan apakah “sesuatu” tersebut mempunyai arti lain, apalagi yang jelas diketahui masyarakat banyak. Tak peduli apa agama saya, saya tahu kalau angka 666 disebut sebagai “The Mark of The Beast” di kitab suci Injil. “The Mark of The Beast” artinya adalah tanda/angka binatang, dan binatang yang

dimaksud di sini adalah Setan. Jadi singkatnya, 666 adalah tanda/angka Setan. That’s widely known, you know. Mengapa harus menggunakan angka yang jelas-jelas dimusuhi oleh sebuah kelompok besar di negara kita? Pencantuman angka semacam itu hanya akan menimbulkan reaksi negatif dari kelompok masyarakat tertentu, sementara tidak ada hasil positif signifikan yang didapatkan. Bukankah ada banyak cara menggambarkan tema browser pada cover majalah tanpa harus menggunakan angka tersebut? Apa mwmag mau dianggap sebagai antek-antek golongan tertentu yang tidak menyukai agama Nasrani? Saya mengharapkan adanya permintaan maaf dari mwmag atas pencantuman angka yang sangat berarti negatif tersebut. Atau setidaknya bisa menampilkan penjelasan

yang lebih masuk akal mengenainya. Saran ini saya sampaikan untuk kemajuan mwmag. Mohon diperhatikan dan semoga berguna di kemudian hari. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Riama F. via email

Dear Riama,
Penjelasan dan permohonan maaf telah kami sampaikan di
Surat Pembaca edisi ke-7.

Dengan ini komentar terhadap edisi 6 ditutup.

Koreksi Soal IE

Dear Steven/mwmag,
Menyimak tulisan laporan utama tentang browser di mwmag06, saya ingin menyebutkan bahwa IE sebetulnya tersedia pula baik di Windows, Mac, dan Unix antara lain di Solaris dan HP-UX, meskipun tidak tersedia di Linux. Tidak percaya? Saya pernah pakai kok. Tapi karena versi yang diutamakan Microsoft adalah Windows wajar-wajar saja orang menganggap IE itu “windows only.”
Teddy K. via email

Klub TI

Dear mwmag,
Saya mau tanya tentang klub-klub TI Indonesia yg anggotanya para praktisi TI dan klub yang anggotanya mahasiswa TI. Saya pernah datang ke acara yang mengklaim dirinya dengan nama TI tapi nyatanya anggotanya hanya penggemar chatting, bukan praktisi.
Gina Wahyu (gwahyu@yahoo.com) via email

Para pembaca lain yang mengetahui keberadaan “klub” TI tersebut diharapkan kesediaannya memberi informasi pada Sdri. Gina.

[Last-Modified: Fri Nov 29 14:45:39 2002]

Arsip mwmag  [Up]www.master.web.id/mwmag