| Arsip mwmag | [Up] | © 2002 PT Masterweb Media |
Redaksi mohon maaf untuk CD edisi 6. Karena kesalahan pembuatan master, maka nama-nama file menjadi terpotong.
Tuan-tuan yang ada di mwmag,
Sebenarnya saya tidak suka berkomentar. Tetapi edisi 5 benar-benar sudah
kelewatan. Its a disaster. Mungkin hal ini harus dijelaskan kepada masyarakat
ataupun pemerintah, bahwa apakah majalah ini mempromosikan ajaran setan? Hal ini saya lihat dari iklan di mwmag05 sendiri pada halaman paling belakang yang berukuran
setengah halaman. Iklan ini bergambar setan/werewolf/monster dengan tulisan mwmag06 dan angka 666 di bawahnya. Apa
maksud dari tuan-tuan? Apakah hanya main-main? Ikut tren Amerika? Memang
sebagian programer Barat yang rata-rata belum akil baliq itu senang memasukkan
angka 666 di dalam kode-kode mereka atau di balik pesan-pesan tersembunyi. Tapi
itu kan
tidak diiklankan secara gamblang kepada publik seperti halnya iklan kalian itu.
Hal seperti ini koq ditiru? Apalagi
untuk sebuah majalah yang mainstream. Apakah mwmag ingin menjadi majalah hardcore?
Ini Indonesia
bung, sadarlah! Main-main atau tidak, ini suatu hal yang telah mempromosikan
setan dan ini kesalahan fatal! Kemampuan utak-atik kode
program bukan suatu hal yang bisa membuat seseorang menyepelekan eksistensi
dari Pencipta Jagad Raya.
Satu hal lagi, kepada kepala editor mwmag, mengenai editorial di mwmag05 dan survey gaji karyawan TI, itu suatu hal yang merugikan. It sucks! Anda telah memperlihatkan suatu sifat provokasi yang akan mengganggu ketentraman dari banyak perusahaan. Gaji seseorang adalah usaha dan tanggung jawab serta dedikasi yang bersangkutan. Jangan membandingkan pendapatan dari profesi lain karena tidak relevan. Sebagai contoh nyata, teman saya lulusan Ohio State, USA bekerja di perusahan telekomunikasi multinasional di Indonesia dengan gaji sekitar 5 juta. Sedangkan Pak Udin yang jualan kopi dan pisang goreng di depan rumah saya dekat pasar berpenghasilan 10 juta dari menjual 500-an cangkir kopi setiap hari (per cangkirnya 1000 perak). Memang, tuan-tuan, dunia ini tidak adil. Nasib-nasiban, kata orang.
Jangan-jangan besok kalian akan
membandingkan perbedaan gaji antara tenaga TI lokal dengan ekspatriat. Kalau
begitu tolong sekalian perjuangkan perdamaian dunia untuk kami semua.
Aku (aku@diriku.zzn.com, Makassar)
via email
PS: Please publish this letter in your magazine; otherwise I will spam your inbox with a copy of this letter, electronic or snail, everyday forever.
Dear mwmag,
Cover mwmag06 kok logo 666 sih? Angka
itu bagi sebagian orang sifatnya terlalu religius. Bisa-bisa tidak laku keras
seperti edisi 3. Apa sih maksud sebenarnya 666 itu? Kok dibilang cool, bahkan
sudah dipikirkan sejak awal tahun? Dari salah satu pembaca yang kurang sreg.
Felix Andreas di milis-masterweb
Dear Steven/mwmag,
Saya pikir perlu ada penjelasan maksud Anda memilih angka 666 sebagai logo mwmag06, meskipun rata-rata sudah tahu
dari logonya bahwa arti 6 di sini adalah angka versi dari masing-masing browser
IE, Opera, dan Netscape. Masalahnya, 666 ini sensitif dan bisa menyinggung
kaum-kaum tertentu. Oke, ditunggu penjelasannya!
Panji Pratama via email
Redaksi: Kami mohon maaf seandainya iklan di halaman terakhir mwmag05 dan gambar sampul mwmag06 menyinggung sebagian pembaca. Maksudnya hanyalah sebagai permainan angka 6 saja. Tidak ada niat tersembunyi untuk memuja setan. Apakah setiap gambar atau teks yang mengandung angka 666 berarti memuja setan? Apakah jika sebuah majalah rohani kristen memajang sampul berangka 666, berarti majalah tersebut memuja setan? Tidak, bukan? Kepada yang belum mengetahui, 666 memiliki arti khusus bagi umat Nasrani. Diambil dari kitab Wahyu 13:18, angka ini akan somehow menjadi tanda milik si anak manusia, alias antrikristus, yang akan ditanamkan di tangan kanan atau dahi setiap manusia di akhir zaman. Gambar werewolf yang ada di mwmag05 sendiri diambil dari sampul salah satu album Iron Maiden. mwmag juga bukan pendukung maupun pemuja Iron Maiden.
Steven untuk Aku: Terima kasih untuk kritikannya. (Nampaknya para pengkritik yang bersemangat selalu berasal dari Makassar.) Mengenai perbandingan gaji, menurut saya sah-sah saja membandingkan gaji antarprofesi. Mengapa disebut merugikan dan provokatif? Merugikan siapa? Kalau memangseperti yang Anda ceritakansetelah bersusah-susah dan bermahal-mahal sekolah komputer ke luar negeri akhirnya hanya memperoleh gaji 5 juta, sementara dengan menuang kopi saja setiap hari bisa memperoleh penghasilan dua kali lipat, bukankah ada hal menarik yang bisa dianalisis dari fenomena tersebut? Berarti mungkin ada yang salah dengan sekolahnya, dengan si orangnya, atau dengan sistem di negeri ini. Dan mungkin si lulusan luar negeri perlu mempertimbangkan lagi apakah sebaiknya berganti profesi saja menjadi penjual kopi. Toh bisa dapat uang dobel kan?
Dan, ya, tentu saja, membandingkan gaji karyawan TI lokal dan karyawan TI ekspatriat sangat perlu. Kalau orang-orang kita punya kemampuan sama tapi digaji hanya seperduapuluh kali lipat, bukankah berarti harus ada yang diperbaiki di situ? Siapa yang bakal rugi? Karyawan TI ekspatriatnya? Jelas saja, saya lebih suka mereka yang rugi daripada bangsa kita. Di mana rasa nasionalisme Anda (kalau memang Anda orang Indonesia dan bukan ekspatriat)?
Dan terakhir, mohon maaf, perdamaian dunia masih terlalu sulit untuk mwmag.
Dear mwmag,
Pada artikel liputan BubuAwards di mwmag06
terdapat kesalahan penulisan nama saya. Seharusnya bukan Ervanevian melainkan Ervan
Erfian.
Ervan Erfian via email
Ben: Maaf atas kesalahannya. Sebetulnya penulisan nama itu sesuai dengan yang termuat dalam file Pemenang Bubu Awards 2002 yang dikirimkan pihak Bubu kepada mwmag.
Dear mwmag,
Saya selalu mengikuti mwmag dari awal
sampai sekarang edisi Agustus yang bercover 666 itu. Materinya sebagus materi
sebelumnya, hanya sayang pada edisi kali ini kualitas dari CD dan majalahnya
kembali menurun seperti edisi yang lalu yang mudah lepas untuk setiap
lembarnya. Hanya kali ini bukan lembarannya yang mudah lepas tapi dari kualitas
grafiknya yang kurang diperhatikan. Rinciannya sbb.: 1) cetakan di permukaan CD
sangat kasar, dari perpaduan warna yang kurang menarik berkesan tidak ada
semangat sama sekali ditambah dengan tulisan yang entah kenapa blur dan tidak
solid; 2) image jaring (atau apalah) di cover terkesan desainernya tidak
memperhatikan image yang diambil apakah baik atau tidak. Ada
goresan tipis warna putih sangat terlihat jelas diatas tulisan 666-nya; 3)
iklan Plesk di halaman di balik cover sangat blur dan jelas sangat tidak solid;
4) hlm 10, artikel Tip Mengamankan MySQL pada tulisan angka 8 warnanya tidak
tebal dan tidak solid. Terkesan percetakannya seperti
kekurangan tinta dan ini terjadi untuk halaman-halaman lainnya yang menggunakan hitam gelap; 5) di artikel You Suck foto penulisnya terlihat berantakan; entah apakah memang dia mengunakan baju yang campur abu hitam atau memang warna hitamnya kurang lagi seperti kasus no. 4; 6) sama seperti no. 5 untuk hlm 38 pada kolom rubrik bisnis pada gambar orang tersebut di mata sebelah kanan terlihat blur yang melenceng dari gambar aslinya.
Rasanya itu saja deh. Kayaknya kalo didetil satu-persatu
bakalan banyak. But
I still love your magazine. Walaupun kondisinya seperti
demikian, saya akan tetap pajang di deretan majalah favorit saya.
Gunawan via email
Salma: terima kasih untuk kritikannya yang cukup rinci. Untuk CD memang kualitas cetakannya kurang baik dan komposisi warnanya buruk. Untuk gambar dan iklan memang sebagian kurang prima sumbernya. Tapi untuk foto penulis artikel You Suck! dan pengasuh rubrik bisnis memang begitu. Mungkin karena cetakan tidak berwarna sehingga kurang jelas itu gambar apa. Demikian pula untuk beberapa teks headline yang nampak abu-abu. Itu bukan karena percetakannya kekurangan tinta tapi karena aslinya warna tulisan merah, hijau, biru, oranye, dsb. Tapi karena tidak semua halaman mwmag berwarna maka muncul di kertas sebagai abu-abu tua atau abu-abu muda.
Dear Steven/mwmag,
Artikel Pak Steven soal popup dengan regex cukup menarik. Sebuah tip untuk
Anda: saya sendiri tidak perlu repot-repot bikin program. Cukup pakai browser
Mozilla dan nyalakan pilihan no popup. Free dari popup forever! Hidup Mozilla!
T. Rhamli via email
Dear mwmag,
Waktu pertama kali lihat sampul depan mwmag05,
saya tidak menyangka kalau itu majalah Web. Kirain majalah politik. Isinya
lumayan bagus banget, tapi saya telat kenal dengan majalah ini. Langsung aja ke
pokok masalah. Saya coba instalasi PHP dari CD, tapi ketika saya ikuti panduan
dari README-nya untuk instalasi
manual kok ngga berhasil juga ya? Saya sudah ganti file php.dist-* ke php.ini dan memindahkannya ke folder Windows, terus saya sudah
utak-atik registrynya. Tapi waktu saya buat file sederhana di Notepad dari
contoh di buku kok tidak berhasil juga? Kira-kira apa yang salah ya? Saya juga
sudah coba instal versi Microsoft Installernya, tapi tetap tidak berhasil di
browser. Mohon penjelasannya dan terima kasih sebelumnya. Saya pakai Win98 dan
PWS.
Wahyu Iskandar via email
Untuk masalah teknis, cobalah milis-milis berikut: id-php@yahoogroups.com, milis-masterweb@yahoogroups.com, dan mwmag-fans@yahoogroups.com. Kalau Anda masih pemula, kami menyarankan Anda menginstal PHPTriad saja. Sekali instal, Anda sudah memperoleh webserver Apache, PHP, dan MySQL yang bisa langsung dipakai.
Dear mwmag,
Salam kenal, nama saya Andre. Saya butuh bantuan nih. Pada mwmag04, di cover
paling belakang ada iklan Digital Studio.
Nah, saya tertarik dengan font yang
dipakai untuk menulis alamat Digital Studio. Saya
sudah mencari-cari belum dapat juga. Oke deh, sekian
saja dari saya. Sebelum dan sesudahnya terima kasih.
Andriansyah via email
Salma: Nama fontnya ITC Officina Sans. Dapat diperoleh di CD Pagemaker, Indesign, atau Illustrator.
Dear mwmag,
mwmag adalah majalah yang mengupas
tentang situs web, namun sampai sekarang isinya kurang begitu banyak mengupas
tentang Web. Perlu diketahui, saya adalah orang yg baru di Web. Pertanyaan yang
sering muncul sebagai awam yg baru belajar adalah: a) Web itu apa sih; b)
bagaimana cara membuat situs web; c) software apa yg dipakai; d) bagaimana cara
untuk animasi; e) dsb. Mungkin ini sebagai masukan saja yang perlu untuk
dipertimbangkan.
Ignatius Widiatmoko via email
Dear Steven/mwmag,
Saya senang membaca artikel-artikel di mwmag,
santai dan tidak kaku, nyaman dibaca. Saya ingin mencoba menggunakan XML di
situs kecil saya, tapi saya belum mengerti XML. Jadi tolong mwmag mendatang membahas tuntas tentang
XML, tutorialnya sampai implementasinya. Terima kasih.
Ibrahim Noor via email
XML, beserta dua teknologi lagi yang paling sering direquest agar dibahas.NET dan Javaakan dibahas antara edisi 10, 11, dan 12.
Dear mwmag,
Duh, mwmag makin top aja nih! Begitu
dong CD-nya! Direktorinya tidak banyak-banyak dan njlimet! Terus adakan
tutorial GTK dong! Habis susah banget mau belajar! Kalau bisa sih PHP-GTK.
Kalau PHP kan
kayaknya sudah banyak dokumentasinya. Nah kalau GTK memang ada dokumentasinya,
tapi kayaknya susah
Oh, iya! Artikel jangan terlalu
banyak! Lebih baik ditambahkan untuk tutorialnya saja.
Maju terus mwmag.
Didats Triadi via email
Dear mwmag,
Saya baru mulai belajar pemrograman web. Saya ada beberapa
masukan, semoga bisa dijadikan bahan pertimbangan. 1) bahas soal dunia
MIRC atau cara mengakses IRC dari PHP; tentunya bahas juga skrip-skrip MIRC-nya
itu sendiri; 2) mohon ada penjelasan untuk singkatan atau istilah tertentu
karena tidak semua orang tahu akan istilah-istilah komputer tersebut, terlebih
bagi orang yang masih cukup dikatakan pemula seperti saya ini; 3) mohon adanya
waktu terbit yang jelas. Soalnya kalau waktu terbit tidak
jelas, mwmag jadi seperti majalah
kampus yang isinnya berdiri sendiri (tidak berserial). Hal ini menggannggu utuk materi bersambung seperti tutorial.
Lagipula, kalau terbitnya jelas pengiklan jadi lebih percaya
untuk memasang iklan produknya; 4) tolong dong bahasa kasar dikurangi. Kalimat seperti dotcom tertolol itu amat mengganggu saya dan
mungkin pembaca yang lainnya. Lagipula itu kan seperti merendahkan para
pembuat situsnya; 5) bagaimana saya bisa mendapat isi artikel edisi ke-1? Saya sempat terlewat yang edisi itu dan ada beberapa artikel yang
menurut saya perlu.
Aryo Satyo Ramadhani via email
Redaksi: 2) sudah diusahakan ada; 3) kami sekarang terbit setiap Rabu awal bulan; 4) sudah dilakukan; 5) hubungi kantor kami di (021)-5571-0581 atau email subscription@mwmag.com.
Dear mwmag,
Salam kenal buat mwmag. Mau komentar
nih. Kenapa kok susah sih cari mwmag di Bogor. Padahal menurut saya majalah ini bagus lho. Isi majalah dan CD-nya sip banget. Nggak kecewa deh
belinya. Tapi tolong dong di Bogor beberapa
bulan terakhir mwmag kok nggak
nongol. Ke mana ya?
Jaka Fahrial via email
Redaksi: Sejak mwmag05, distributor majalah memang telah berganti. Kami masih mendistribusikan ke Jawa maupun luar Jawa, tapi agen dan toko-toko bukunya mungkin berubah. Jika kesulitan mencari mwmag, silakan hubungi subscription@mwmag.com atau telepon ke kantor kami di (021) 5571-0581. Terima kasih.
[Last-Modified: Sun Aug 11 00:43:42 2002]
| Arsip mwmag | [Up] | www.master.web.id/mwmag |