Arsip mwmag  [Up]© 2002 PT Masterweb Media

VeriSign:

Tukang Akusisi

Tergiur OpenSRS

VeriSign:

Dilarang Nakal Lagi

Akhirnya si gajah nakal itu kena batunya. Sekali lagi VeriSign—registrar domain dan penyuplai tanda tangan digital terkemuka—harus menelan kekalahan di pengadilan akibat ulahnya yang nakal terhadap terhadap registrar-registrar lain. Jum’at 20 Juni 2002, Pengadilan Federal Arizona mengabulkan tuntutan Go Daddy Software, Inc. terhadap perusahaan yang berbasis di California itu.

Atas kekalahannya itu, seperti dilaporkan InternetNews.com, www.internetnews.com/IAR/article.php/1369011, VeriSign yang mengusung bandrol Network Solutions (NetSol) dalam urusan pendaftaran domain itu dilarang keras mengirim lagi pemberitahuan palsu soal perpanjangan domain tidak hanya kepada pelanggan Go Daddy saja tetapi juga registrar-registrar lainnya.

“Harapan kami, keputusan itu dapat membuat siapapun di industri ini yang menggunakan cara-cara bodoh dalam trik pemasarannya untuk dapat memperbaiki kelakuan mereka,” lontar Bob Parsons, bos Go Daddy.

Pihak VeriSign sendiri belum mau berkomentar atas keputusan pengadilan itu.

Asal tahu saja, kekalahan tersebut bukanlah yang pertama bagi VeriSign. Sebulan sebelumnya, dalam kasus yang serupa, mereka juga telah mengantongi kekalahan di Pengadilan Distrik Maryland atas gugatan BulkRegister, registrar domain asal Baltimore, Amerika Serikat. Saat itu keputusannya cukup ringan, mereka hanya diperintahkan untuk tidak mengirim pemberitahuan palsu lagi ke pelanggan BulkRegister saja.

Ya, bagaimana bisa berharap menang? Habis, nakalnya keterlaluan sih. Coba lihat. Dengan entengnya si VeriSign mengirim spam email kepada para pemilik domain yang akan habis masa berlakunya untuk memperpanjang lewat NetSol, padahal yang tercatat sebagai registrar domain itu bukan dia. Mereka ditakut-takuti kalau tidak mau mengirim uang perpanjangan sebesar $29 kepada Verisign, maka domain mereka akan hilang. Jumlah itu jelas lebih besar dari yang biasa mereka bayarkan ke registrar sebenarnya, yang kini rata-rata berkisar antara $15 hingga di bawah $10 per tahun.

Kenakalan VeriSign itu memang menggusarkan kalangan registrar. Selain kedua registrar tadi, GKG juga termasuk pihak yang ketar-ketir akan ulah Verisign itu. Meskipun tidak ikut menggugat, pihak GKG sempat menyembunyikan expired date domain-domain yang didaftar lewatnya sehingga ketika di-whois tidak muncul. Seiring dengan kekalahan si gajah nakal tadi, belakangan keterangan tanggal masa berlaku itu dimunculkan kembali. Dan baru-baru ini GKG menyembunyikan kembali alamat email dari data output whois; jangan-jangan karena takut pada sang gajah lagi?

Sementara itu, Go Daddy dan BulkRegister nampaknya masih belum puas atas kemenangan mereka. Kabar terakhir, mereka masih akan melempar gugatan lanjutan kepada VeriSign berupa tuntutan ganti rugi atas kerugian yang ditimbulkan oleh ulahnya yang tidak etis itu.

Apakah dengan demikian bakal membikin kapok VeriSign atau pihak lain untuk tidak melakukan perbuatan sejenis? Belum tentu juga. Salah satu registrar lain bernama Register.com dikabarkan tengah melakukan aksi nakal serupa.

Tukang Akusisi

Sedikit menengok ke belakang, VeriSign memang bisa dibilang adalah perusahaan yang penuh dengan kehebohan. Awalnya, perusahaan yang didirikan 1995 itu dikenal sebagai penyedia layanan sertifikasi SSL dan validasi keamanan digital. Verisign semula berfokus pada solusi keamanan saja, seperti dicerminkan mulai dari nama perusahaan, gedung data center yang tak berlabel dan dijaga bak Pentagon, dan seleksi karyawan yang amat sangat ketat. Tapi ternyata, dari Mountain View, California, perlahan-lahan mereka bergerak memperkuat posisinya di dunia Internet.

Nama VeriSign semakin dikenal setelah aksi pencaplokan yang dilakukannya terhadap berbagai perusahaan Internet. Sebut saja beberapa di antaranya adalah SecureIT (6 Jul 1998), Signio dan Thawte (20 Des 1999). Untuk membeli dua nama terakhir, duit yang dihabiskan berjumlah lebih dari $1,3 milyar. Asal tahu saja, semua perusahaan itu adalah sama-sama merupakan penyedia jasa layanan validasi Internet yang sebelumnya menjadi saingan VeriSign.

Dari sederet ‘korban’ akusisinya, yang paling menghebohkan adalah ketika Network Solutions diambil alih pada 7 Mar 2000 dengan nilai pembelian sebesar $21 milyar. Kenapa bikin heboh? Selain soal jumlah transaksi yang supergede itu, juga karena NetSol bukanlah perusahaan Internet biasa. NetSol sebelumnya dikenal sebagai Internic, operator domain TLD .com, .net, .org, .edu, dan .gov pertama dan terbesar yang sempat menikmati manisnya monopoli atas registrasi TLD-TLD itu di awal 90-an.

“Dengan NetSol sebagai pintu gerbang dalam penyediaan identitas online dan VeriSign sebagai penyedia layanan otentifikasi, pembayaran, dan validasi Internet, perusahaan gabungan kami akan menjadi alat tepercaya yang akan memperkuat ekonomi Internet,” sesumbar CEO VeriSign Stratton Sclavos. Pemimpin perusahaan yang satu ini memang memiliki visi untuk menjadi semacam PLN atau PAM-nya Internet, di mana ia menguasai kebutuhan-kebutuhan dasar berinternet.

Akuisi itu sekaligus menandai kiprah awal VeriSign di bisnis domain. NetSol sendiri terkenal penuh dengan berbagai masalah kontroversial. Selain urusan monopoli tadi yang akhirnya harus mulai dilepas pada April 1999, juga soal kasus pembajakan atas domain-domain yang didaftarkan lewatnya akibat ketololan NetSol. Banyak domain yang tiba-tiba berganti pemilik secara tidak sah gara-gara sistem administrasi domainnya yang kurang aman—tepatnya, mempercayai alamat header From begitu saja saat menerima perintah pengubahan data domain lewat email! Padahal, seperti yang kita tahu, header From email bisa kita set sesuka hati. Sejumlah domain yang sempat berganti nama di antaranya internet.com, adobe.com, nike.com, w3.org, dan web.net. Bahkan kabarnya sejumlah domain milik perusahaan asal Indonesia seperti kompas.com dan detik.com termasuk dalam daftar korban, yang untungnya bisa diperoleh kembali setelah diurus offline ke NetSol.

Yang mengherankan, hingga kini masih banyak yang mendaftar domain lewatnya. Padahal, selain histori keamanannya yang buruk, harga yang dipatok juga jauh lebih mahal dari yang ditawarkan registrar lain. Kalau di registrar lain ada yang menjajakan domain hingga hanya sekitar $8 per tahun, hingga kini mereka masih bertahan dengan harganya yang $35 per tahun itu. Belum lagi customer service NetSol yang terkenal amat buruk. Mungkinkah ini salah satu kehebatan NetSol? Atau orang-orang saja yang kurang gaul ya?

Tergiur OpenSRS

Hobi mencaplok VeriSign nampaknya memang sudah mendarah daging. Selesai menggenggam NetSol, giliran perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan urusan domain yang masuk dalam daftar incaran pencaplokannya untuk semakin melengkap berbagai lini. Misalnya saja, ezDomainAuction.com dan GreatDomains di lini lelang domain bekas yang diambil alih hanya beberapa bulan setelah itu.

Melalui NetSol, masih di tahun yang sama, VeriSign juga mengambil alih Acme Byte & Wire LLC, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang software DNS.

Rencana ICANN untuk melepas berbagai macam TLD baru serta bakal berakhirnya izin ekslusif VeriSign atas .net dan .org, segera diantisipasi dengan membeli sejumlah registar domain yang berada di luar kekuasaan ICANN. Hingga kini, tercatat sudah dua registrar yang berhasil dipasangi label “A VeriSign Company”. Mereka adalah eNIC (pemegang hak ekslusif domain .cc milik negara kepulauan Cocos) dan The .tv Corporation International (operator domain .tv milik Tuvalu) yang masing-masing dibeli pada 19 dan 31 Desember 2001. Untuk .tv saja, VeriSign harus membayar sebesar $45 juta.

Masih soal domain, VeriSign juga mendirikan VeriSign Global Registry Services, www.verisign-grs.com, dan SRSPlus, www.srsplus.com, untuk penjualan domain bagi registrar dan reseller. Nampaknya mereka tergiur dengan kesuksesan program reseller dari OpenSRS yang dimiliki Tucows. Khusus di SRSPlus, harga yang ditawarkan memang jauh lebih murah ketimbang yang tercantum di situs web NetSol. Untuk pembelian hingga 24 buah domain .com/.net/.org per bulan misalnya, sang reseller cukup membayar biaya tahunan hanya $8 per domainnya.

Melihat sepak terjang dan modal duit yang dimilikinya, bukan tidak mungkin kita bakal makin sering melihat label “A VeriSign Company” di berbagai situs web. Makanya agak mengherankan melihat kelakuannya yang mengganggu registrar lain dengan cara seperti di atas tadi. Apa karena ‘cintanya’ ditolak oleh para registrar itu atau karyawannya lagi iseng? Padahal kalau di sini sih, seandainya cinta ditolak, cukup dukun yang bertindak. (ben)

Arsip mwmag  [Up]www.master.web.id/mwmag