Arsip mwmag[Files]  [Up]© 2002 PT Masterweb Media

Lena: Gadis Majalah Playboy Yang Jadi Legenda

Mengapa Lena?

Kisah Lena

Lena dan Web

Penutup

Gadis Majalah Playboy Yang Jadi Legenda

Lena

Yohanes Nugroho

Artikel ini berkisah tentang gambar terkenal yang dipakai di dunia pengolahan citra yang dikenal sebagai “Gambar Lena”.

Tidak selamanya majalah porno berdampak buruk. Salah satu foto gadis yang ada di Playboy telah menjadi gambar standar dalam pemrosesan citra dan kompresi. Gadis itu, Lena, telah dinobatkan sebagai The First Lady Of The Internet.

Jika Anda menunjukkan Gambar 1 dan bertanya kepada seseorang yang bergerak di bidang pengolahan citra, dia pasti akan tahu bahwa itu adalah “Gambar Lena”, tapi mungkin dia tidak tahu siapa Lena. Lena adalah seorang gadis playmate majalah Playboy tahun 1972.
Pada tahun 70-an, seorang periset dari University of Southern Carolina sedang mengerjakan sebuah algoritma kompresi dan memindai gambar Lena, yang ada di lembaran tengah (centerspread) majalah Playboy. Sejak saat itu Gambar Lena telah menjadi standar industri sebagai bahan untuk menguji algoritma manipulasi dan transmisi citra elektronik. Selama lebih dari 25 tahun sejak Lena diperkenalkan, tidak ada gambar yang lebih penting daripada Lena dalam bidang manipulasi dan komunikasi citra digital. Lena telah dianggap sebagai Ibu Negara Internet.

Mengapa Lena?

Ada banyak gambar lain di dunia ini yang dapat digunakan untuk menguji teknologi kompresi dan teknologi manipulasi citra yang lain, namun Lena dipilih karena dua alasan. Alasan pertama adalah alasan teknis. Gambar Lena memiliki gabungan detail, pencahayaan, dan tekstur yang cocok untuk menguji berbagai algoritma. Jika suatu algoritma diaplikasikan terhadap gambar Lena maka dapat dilihat bagaimana algoritma itu berpengaruh terhadap keseluruhan gambar—misalnya apakah satu bagian menjadi lebih baik atau lebih jelek dari bagian yang lain. Alasan yang kedua sama sekali tidak teknis. Kebanyakan periset citra adalah laki-laki yang cenderung tertarik pada wanita cantik, sehingga gambar Lena lebih dipilih dibanding gambar yang lain.

Tidak semua pihak setuju penggunaan gambar Lena pada publikasi ilmiah. Ketidaksetujuan ini disebabkan karena asal gambar itu, yaitu dari Playboy. Gambar itu diambil dari majalah yang oleh sebagian orang dianggap merendahkan wanita sehingga sebaiknya tidak digunakan. Sebagian yang lain menganggap sebaiknya gambar yang memiliki hak cipta tidak digunakan di publikasi ilmiah.

Majalah Playboy sendiri tadinya hendak menuntut penggunaan Gambar Lena, namun kini hal itu tidak dilakukan lagi. Justru majalah tersebut membantu melacak kembali informasi mengenai gambar Lena, misalnya kamera dan film apa yang digunakan, serta bagaimana pemrosesan gambar dilakukan. Hal ini dilakukan oleh majalah Playboy karena menganggap Lena sebagai suatu fenomena yang patut dieksploitasi—demi keuntungan mereka tentunya.

Kisah Lena

Nama lengkap Lena adalah Lena Sj÷÷blom (atau dieja Lenna dalam bahasa Inggris agar diucapkan dengan benar). Ia lahir di Swedia tanggal 31 Maret 1951. Foto terakhirnya dapat dilihat di Gambar 2. Meskipun gambarnya banyak dipakai oleh peneliti selama bertahun-tahun, namun Lena baru menyadari ketenaran dirinya pada tahun 1988 ketika sebuah majalah komputer dari Swedia mewawancarainya. Para peneliti dan Lena, meskipun punya kaitan yang erat, belum pernah bertemu di forum yang formal. Baru pada tahun 1997 di konferensi IS&T (Society in Imaging Science and Technology, www.imaging.org) Lena diundang untuk bertemu dengan para peneliti yang telah memakai gambarnya selama bertahun-tahun. Di konferensi itu Lena disambut bak bintang. Para peneliti meminta tanda tangannya dan meminta agar dapat berfoto dengannya.

Lena dan Web

Sedikit banyak Lena telah berperan dalam pengembangan Web. Web tidak akan semeriah sekarang ini jika teknologi kompresi dan manipulasi citra tidak ditemukan, dan teknologi ini telah berkembang dengan pemakaian foto Lena. Biasanya gambar porno memang banyak ditentang, tapi dalam hal ini ternyata Gambar Lena telah menjadi inspirasi bagi banyak peneliti.

Penutup

Pose Lena asli di majalah Playboy tentunya tidak “sesopan” Gambar 1. Gambar Lena merupakan hasil potongan dari foto lengkap Lena. Hanya potongan ini yang dipakai untuk pengujian algoritma citra dan kompresi. Jika Anda ingin mengintip bagian lainnya, Anda bisa mengunjungi www.lenna.org atau www-2.cs.cmu.edu/~chuck/lennapg/lenna.shtml. Di sana Anda juga bisa menemukan link ke berbagai artikel dan foto Lena.

Yohanes Nugroho, programer dan admin jurusan, kini tengah menempuh kuliah di Teknik Informatika ITB, Bandung.

mw

Arsip mwmag[Files]  [Up]www.master.web.id/mwmag