Arsip mwmag[Files]  [Up]© 2002 PT Masterweb Media

Mengenal Plugin Filter Photoshop: Untuk Desain Grafis dan Web

Mengenal Plugin

Plugin di Photoshop

Melihat Daftar Plugin

Instalasi Plugin Baru

Mengatur Plugin

Mengenal Beberapa Plugin Filter

Penutup

Untuk Desain Grafis dan Web

Mengenal Plugin Filter Photoshop

Pupung Budi Purnama

Sebagaimana kita tahu, Photoshop adalah salah satu software pengolah imej yang handal dan memiliki fitur lengkap. Namun terdapat banyak produk tambahan yang bisa dipakai dari dalam Photoshop untuk melakukan berbagai macam hal lainnya. Produk-produk ini disebut dengan istilah plugin. Photoshop merupakan salah satu software komersial pertama yang menggunakan mekanisme plugin. Dengan kepingan software-software plugin terpisah yang dibuat oleh Adobe sendiri maupun oleh pihak ketiga, Photoshop dapat diperluas kemampuannya sehingga lebih lengkap lagi.

Mengenal Plugin

Plugin adalah software tambahan yang berguna untuk menambah fitur sebuah software. Analoginya mirip dengan periferal hardware. CPU sebagai induk atau kepingan inti (dalam istilah plugin Photoshop disebut host) dapat menerima tambahan perangkat lain yang memungkinkannya melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukan sendiri, seperti printer, mouse, tape backup, modem, dan sebagainya. Selain plugin Photoshop, Anda mungkin juga sering mendengar plugin Winamp, plugin browser (plugin player Flash, plugin Acrobat Reader, dll).

Plugin dikembangkan untuk hanya dapat digunakan oleh host tertentu. Misalnya plugin Winamp dibuat hanya untuk “dicolokkan” ke Winamp. Plugin browser IE tidak kompatibel dengan plugin browser Netscape. Tapi jika API-nya—application programmer interface—atau “colokannya” kompatibel, sebuah plugin dapat dipakai pula di host lain. Plugin untuk keluarga produk Adobe misalnya, biasanya bisa dipakai di lebih dari satu produk tertentu karena Adobe menyusun sebuah common API. Plugin Photoshop tertentu misalnya, dapat dipakai juga di Illustrator. Selain itu, karena begitu banyaknya plugin khusus untuk Photoshop, banyak program grafis lain juga dapat memakainya, antara lain Corel PhotoPaint, Jasc PaintShop Pro, dsb.

Plugin di Photoshop

Dalam Photoshop sendiri, terdapat beberapa jenis plugin. Tiap jenis plugin memiliki akhiran nama file yang berbeda, antara lain:

Pada kesempatan kali ini kita akan melihat plugin filter, yaitu yang menyediakan filter-filter atau efek-efek tambahan bagi Photoshop. Plugin format, impor, dan ekspor sendiri berguna agar Photoshop dapat mengimpor dan mengekspor format file gambar tertentu, seperti dari Autocad, ke GIF89A, dsb. Sementara plugin ekstensi berguna untuk memperluas fungsionalitas Photoshop yang lain.

Plugin filter adalah plugin yang paling umum dan banyak dijumpai. Para produsen plugin filter menawarkan berbagai efek dan kepraktisan kepada para pengguna Photoshop. Dengan plugin, bahkan efek atau retouch yang sebelumnya perlu dilakukan oleh seorang pengguna Photoshop yang cukup ahli, seperti menghilangkan mata merah kamera atau melakukan seleksi gambar yang rumit, dapat dilakukan seorang pemula hanya dengan satu pilihan menu! Banyak plugin filter yang komersial, tapi ada juga yang gratis. Anda dapat melihat daftar plugin filter gratis misalnya di URL ini: showcase.netins.net/web/wolf359/plugins.htm. CD majalah juga menyediakan beberapa plugin filter yang bisa Anda coba.

Biasanya plugin filter dapat diakses melalui menu Filter Photoshop. Contohnya Filter > Digimarc > Embed Watermark… dan Filter > Digimarc > Read Watermark merupakan dua menu yang disediakan oleh plugin filter Digimarc yang disertakan bersama distribusi standar Photoshop.

Melihat Daftar Plugin

Photoshop menggunakan arsitektur plugin secara cukup intensif. Distribusi standar Photoshop pun terdiri dari banyak plugin bawaan. Untuk melihat daftar plugin yang sedang terpasang di Photoshop 6, pilih menu Edit > Preferences > Plugins and Scratch Disk (di Photoshop 5.5 ke bawah, pilih menu File > Preferences > Plugins and Scratch Disk). Lihat Gambar 1.

Pada kotak dialog yang muncul Anda akan mendapati folder filter-filter default yang tersimpan misalnya di C:\Program Files\Adobe\Photoshop 5.5\plug-ins. Cobalah membuka folder tersebut di Explorer, maka Anda akan melihat serangkaian file *.8bf, *.8bi, dsb. Lihat juga menu Help > About Plug-In. Di sana terdapat informasi plugin-plugin yang sedang aktif.

Instalasi Plugin Baru

Jika Anda memiliki file plugin *.8b* yang ingin Anda pasang, Anda bisa melakukan dua hal. Pertama, kopikan ke direktori khusus tertentu. Dari kotak dialog Plugins and Scratch Disk, klik tombol Choose kemudian telusuri folder tempat file plugin Anda berada. Setelah itu, tutup program Photoshop dan buka lagi. Lihatlah menu Filter maka akan terlihat penambahan filter baru yang siap digunakan. Lihat juga Help > About Plug-In.

Cara kedua, Anda bisa memasukkan file Anda ke dalam direktori plugin default Photoshop. Setelah dikopikan, restart Photoshop.

Beberapa plugin filter memerlukan instalasi terlebih dahulu, seperti Extensis dan Kai's Power Tools. Jadi Anda cukup menjalankan program Setup dari instaler plugin ybs. Instaler akan mengkopikan file dan juga memasang plugin baru tersebut ke Photoshop, jadi ketika Anda menjalankan Photoshop sesudahnya, plugin tersebut sudah bisa digunakan.

Mengatur Plugin

Adakalanya terlalu banyak menginstall plugin dapat membingungkan kita karena letak penyimpanan file tidak teratur. Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat membuatkan folder khusus untuk plugin misalnya C:\Pluginsfilter.

Mengenal Beberapa Plugin Filter

Dari ratusan atau bahkan ribuan plugin yang beredar untuk Photoshop, ada beberapa yang amat popular. Berikut ini di antaranya:

KPT (Kai’s Power Tool) 6

Software ini menyediakan beberapa fasilitas. Bila Anda menggunakan filter ini Anda akan dipermudah dengan interfacenya yang menarik dan intuitif. Dalam KPT terdapat beberapa filter di antaranya:

KPT Equalizer untuk mengatur komposisi bright-contrast pada gambar;

KPT Gell untuk membuat efek seperti jelly/pasta bening di atas gambar;

KPT Materializer untuk menambahkan efek permukaan kasar/tekstur pada gambar.

Eye Candy 3.0.

Eye Candy 3.0 dari Alien Skin mempermudah Anda dalam membuat efek-efek yang membutuhkan banyak waktu bila Anda membuat sendiri dengan filter-filter default. Membuat efek api, asap, gelembung, dll bisa dibuat dalam hitungan detik dengan Eye Candy.

Photo Frame 2.0

Photo Frame adalah plugin untuk mempercantik foto Anda dengan bingkai-bingkai yang telah disediakan.

Super Blade Pro

Plugin filter ini membantu Anda dalam membuat efek bevel, tekstur, reflection mapping, bump mapping, coloured specular highlights, dll.

Phototools 3.0

Software plugin yang diproduksi oleh Extensis ini memberikan fasilitas dalam pembuatan background, tombol (untuk Web), toolbar, pembagi halaman, dll.

India Ink

Kesan natural pada gambar dapat Anda peroleh dengan menggunakan plugin ini. India Ink diproduksi oleh Flaming Pear. Software ini dapat Anda download di alamat www.flamingpear.com.

Color Safe 1.5/1.6

Bagi Anda desainer Web, komposisi warna sangat berpengaruh terhadap waktu ukuran file dan waktu download. Color Safe membantu dalam menentukan pilihan warna gambar yang dapat membantu mengurangi ukuran file. Plugin ini dapat Anda download di www.boxtopsoft.com.

Ice

Plugin filter es dengan menggunakan efek kontras dan kecerahan yang tinggi. Plugin ini cukup mudah digunakan.

Universe Plugin

Memakai plugin filter ini, dengan mudah Anda dapat membuat efek gambar luar angkasa dan galaksi.

Penutup

Selain plugin di atas masih banyak plugin lainnya yang akan memperindah tampilan grafis Web Anda. Tapi hati-hati, ada istilah yang disebut dengan plugin-syndrome, yaitu menggunakan efek dari filter pada setiap gambar tanpa memperhatikan estetika sehingga hasilnya adalah hasil gambar Anda terlihat “sangat Photoshop.”

Selamat mencoba.

Pupung Budi Purnama mahasiswa semester V Fakultas Peternakan Unpad Bandung, kini aktif mengelola situs kampus dan bekerja sebagai desainer Web di salah satu perusahaan Internet. Dapat dihubungi di pupungbp@fapet-online.com.

Arsip mwmag[Files]  [Up]www.master.web.id/mwmag